DPDIMMMALUKU — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-XII sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah gerakan IMM di Kabupaten Buru ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di Namlea pada 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Namlea, Kabupaten Buru, tersebut mengusung semangat “Sinergi Gerakan IMM Mewujudkan Buru Berseri.” Muscab menjadi ruang strategis bagi kader IMM untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi, merumuskan program kerja, serta memperkuat komitmen kader dalam menjalankan misi dakwah, intelektual, dan kemasyarakatan.
Ketua DPD IMM Maluku, M. Saleh Souwakil, S.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa Muscab merupakan momentum penting bagi IMM Kabupaten Buru untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menghadirkan gerakan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kaderisasi, memperkuat solidaritas antar kader, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda dan masyarakat di Kabupaten Buru.
Menurutnya, IMM sebagai organisasi mahasiswa Islam harus mampu menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual sekaligus gerakan sosial yang senantiasa hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, kepemimpinan yang lahir dari Muscab diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam suasana penuh kebersamaan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah unsur organisasi dan mitra IMM. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan perubahan di tengah masyarakat.
Muscab ke-XII juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di lingkungan IMM Kabupaten Buru. Proses musyawarah diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga nilai-nilai perjuangan Ikatan, sekaligus responsif terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, kepemudaan, dan pembangunan daerah.
Bagi IMM, regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan proses memastikan keberlanjutan ide, gagasan, dan gerakan. Karena itu, hasil Muscab diharapkan mampu menghadirkan arah gerakan yang semakin progresif, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Buru.
DPD IMM Maluku memandang momentum Muscab sebagai bagian penting dari penguatan organisasi di tingkat cabang. Konsolidasi yang sehat di setiap jenjang organisasi akan menjadi fondasi bagi terwujudnya gerakan IMM yang semakin solid dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat sinergi gerakan, Muscab ke-XII IMM Kabupaten Buru diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan dan program-program strategis yang mampu membawa IMM semakin dekat dengan masyarakat serta berkontribusi bagi terwujudnya Buru yang berseri, maju, dan berkemajuan.





